My Self Domain Ilhabibi.com

Hore pada akhirnya keinginan untuk punya domain sendiri terwujud. Jadi setelah ini gw bakal lebih banyak posting di rumah baru www.ilhabibi.com. Setelah sebelumnya ngontrak di wordpress yang mana banyak enaknya, lalu sekarang mau berepot-repot ria untuk oprek-oprek dengan domain dan hosting sendiri. Kebetulan www.idhostinger.com menawarkan hosting gratis untuk personal blog macam gw.😀. Sekalian juga nyoba, seberapa dahsyat layanannya. So far sih cukup memuaskan.

So, so, silahkan berkunjung ke www.ilhabibi.com ya. Isinya seperti apa?sepeti blog gw biasanya pastinya.😉

Mengakali Musibah Kereta Bermasalah

Masih ingat dengan kejadian longsornya rel kereta yang menghubungan Bogor-Jakarta diantara St. Cilebut – St. Bojonggede? Karena mempengaruhi hajat hidup orang banyak, bolehlah bencana ini menjadi bencana nasional. Bayangkan saja, setiap hari, puluhan ribu pengguna harus terlantar kurang lebih dua minggu ini karena kereta yang bermasalah.

Bencara longsornya rel ini seakan menjadi titik puncak dari berbagai gangguan-gangguan yang sering dan selalu terjadi. Sejak saya menggunakan moda transportasi ini yaitu sudah hampir 2 tahun yang lalu, berbagai gangguan seakan tidak pernah berhenti membuat keluh kesah para penggunannya yang amat tergantung dengan moda transportasi ini. Sebutlah gangguan sinyal setiap hujan melanda, jadwal kereta telat sudah biasa, bahkan AC yang seharusnya sejuk berubah menjadi sauna. Khusus yang terakhir, para roker (rombongan kereta) pasti hapal dengan kereta garis hijau yang “sauna”nya sudah menjadi rahasia umum.

Saya dan ribuan roker lainnya harus putar otak mencari alternatif moda transportasi laiinya. Sebagian tetap bertahan dengan menggunakan kereta yaitu melalui pemberangkatan dari St. Bojonggede. Memang walaupun longsor, kereta tetap jalan sampai dengan St. Bojonggede. Konsekuensinya, para penumpang harus rela menempuh jarak lebih jauh untuk menuju St. Bojonggede. Belum lagi dengan kemacetan yang terjadi akibat jalan akses menuju kesana yang sempit seperti tertimpa air bah dari para penumpang kereta. Sadisnya, ada saja yang mencari kesempatan dalam kesempitan orang lain, seperti naiknya ongkos ojek dan ongkos angkot.

Sebagian lainnya mengakali dengan pindah moda transportasi ke moda bis. Akibatnya sudah bisa ditebak, terminal bis Baranang Siang yang cuman seimprit kapasitas bisnya menjadi membludak. Bis Agra Mas yang melayani rute Bogor-Lb.Bulus menjadi kewalahan bahkan penumpang yang tidak biasanya berdiri harus berdiri. Rute ini memang alternatif untuk sebagian orang karena dapat mudah mengakses Kuningan melalu jalur busway Ragunan-Dukuh atas dan area Senayan melalui Lebak Bulus.

Saya dan beberapa teman yang biasa bareng berkereta memutuskan untuk menggunakan si Loopie, Starlet 91 kesayangan untuk digunakan pulang pergi kerja. Ongkosnya tentu saja dibagi berlima. Jadinya kami berlima selalu berangkat dan pulang bareng.

Namun ternyata alternatif ini tak semulus rencana. Mungkin karena banyak juga penumpang kereta yang akhirnya membawa mobil pribadi sehingga jalanan pun lebih pada. Akibatnya waktu tempuh pun bertambah. Seperti di awal waktu, saya coba parkir di Kuningan, namun kemacetan tol dalam kota bisa memakan waktu satu sampai dua jam sendiri. Berdasarkan info dari teman, ternyata ada alternatif lain yaitu dengan memarkir kendaraan di Ragunan lalu melanjutkan moda Trans Jakarta.

Rute perjalanan ke Ragunan ternyata lebih singkat dan hemat. Total tempuh kendaraan pulang pergi hanya 90 km. Otomatis bensin lebih irit. Dari sisi waktu juga lebih irit karena Bogor-Ragunan hanya berkisar 30-45 menit perjalan saja. Menemui kemacetan hanya di Cimanggis (khusus hari Senin) dan Kp. Rambutan. Namun macetnya masih bergerak lancar.

Dari Ragunan kami harus pindah moda ke Trans Jakarta. Rupanya cukup banyak juga orang-orang yang mengambil rute ini dengan memarkir kendaraan roda 4 dan roda 2-nya disekitar Ragunan. Kalau lancar, perjalanan Trans Jakarta mulai antri sampai Kuningan (kantor Jasa Raharja) kurang lebih 30-45 menit. Itu artinya total tempuh bisa menyamai jika masih berkereta.

Sudah sekitar dua minggu kami menggunakan alternatif ini. Sukanya adalah karena pulang pergi bareng, selalu aja ada cerita dalam mobil. Ga pernah habis dan sangat menyenangkan. Di mobil ada dua orang pria selain saya dan dua orang wanita. Mereka ini kantornya sama, cuman saya sendir yang beda, tapi perusahaanya masih satu grup, grup Jatis. Duka-nya, karena busway pun kebanjiran penumpang, masalah biasanya ada saat pulang. Antri mendapat bis bisa memakan waktu 15-60 menit. Bahkan saya pernah 1,5 jam sendiri sampai masuk bis.

Jika pemerintah dan masyarakat serius dan mau bekerja sama, seharusnya transportasi di Indonesia akan jauh lebih baik. Sebagai catatan selama dua minggu ini adalah :

  • Sepanjang jalan, hampir 70-80% kendaraan mobil isinya hanya satu orang. Banyangkan kepadatan yang terjadi. Rasanya pengen nimpuk orang-orang ini. Seandainya mereka dapat memaksimalkan kapasitas kendaraan, maka jumlah kendaran di jalan bisa lebih sedikit dan akhirnya lalu lintas bisa lebih lancar. Seperti mobil saya yang selalu diisi minimal 4 penumpang.
  • Ragunan-Dukuh Atas bisa sangat efektif, seandainya jalur busway steril dari kendaraan dan selalu diprioritaskan dalam setiap persimpangan jalan. Di jam sibuk,tidak satu dua kendaraan yang memasuki busway. Head way Trans Jakarta yang seharusnya bisa 5 menit sekali bisa molor menjadi 15-30 menit akibat banyaknya kendaraan yang masuk busway. Gilanya, kendaraan-kendaraan ini hanya berisi satu penumpang. Egois sekali. Juga setiap persimpangan seharusnya ada petugas yang akan membantu prioritas Trans Jakarta untuk melintas. Jika saja dua masalah ini bisa diatas, busway akan jauh lebih enak.
  • Terkait kendaraan yang kosong, saya juga mencermati motor yang melintas. Seandainya ada sistem nebeng motor, rasanya juga akan membantu. Misalkan dari Ragunan ditebengi sampai Kuningan dengan membayar 5000 rupiah. Dua pihak diuntungkan bukan?yang ditebengi dapat tambahan bensin dan ga seberapa juga bebannya. Yang menebeng bisa lebih cepat.
  • Sistem Informasi Trans Jakarta yang payah. Beberapa kali penumpang hanya bisa menunggu dan pasrah tanpa tahu kondisi yang terjadi. Misal busway terkena kemacetan parah, Head way bisa 30 menit lebih. Jika saja info ini bisa sampai ke penumpang, tentu saja banyak waktu berharga bisa dihemat misalkan dengan berjalan kaki atau naik angkutan umum laiinya. Pernah suatu ketika penumpang Ragunan harus menunggu 40 menit sampai datang bis selanjutnya. Penumpang yang tak sabar pun akhirnya memarahi petugas yang ada, yang saya tahu mereka juga tidak akan bisa berbuat apa-apa. Ya setidaknya harapan penumpang sih ada komunikasi dua arah.

Musibah memang tidak bisa terelakan tapi bukan berarti harus menyerah pada musibah. Selalu ada hikmah dan jalan keluar asalkan mau berpikir dan berusaha. Demikian kisah saya sebagai salah satu korban kereta bermasalah.

PS : hari ini ga bareng-bareng bawa Loopie karena dia bermasalah di wipernya, hiks, jadi harus coba naik kereta.

 

Happy Birthday To Me (#26)

Tepat hari ini, genap sudah 26 tahun diriku menghirup udara bumi. Banyak yang harus disyukuri seperti saat ini aku sudah tidak single lagi, ada si Nyonya dan my little princes my Haha yang setia menunggu di rumah saat aku pergi bekerja. Yang terakhir disebutkan adalah anugerah terbesar di tahun 2012 ini setelah sebelumnya di tahun 2011 dianugrahi Nyonya untuk melengkapi hidup ini.

Jika melihat ke belakang, rasanya sungguh luar biasa bisa berada di keadaan seperti sekarang ini. Satu demi satu mimpi terwujud. Akan sangat terkutuk sekali jika aku masih saja mengutuki keinginan-keinginan yang belum terpenuhi. Dari mimpi-mimpi yang telah terwujud itulah aku belajar, bahwa apapun mimpi itu, semua bisa terwujud jika memang mimpi itu yang kita butuhkan. Tak perlu merisaukan masa depan, yang harus dilakukan adalah melakukan yang terbaik disetiap hela nafas yang terhembus.

Andai saja diberi jatah hidup selama 63 tahun, artinya aku sudah hampir melewati setengah fase yang ada. Mari kita ingat-ingat fase-fase kehidupan yang kurang lebihnya sama dengan orang lain pada umumnya :

  1. Fase bayi dan balita : oke, ini skip, satu-satunya yang diingat adalah ketika main di teras lalu ada tetangga yang bilang “ih ni anak lucu banget”.
  2. Fase anak-anak : wah ini sih banyak sekali yang bisa diceritakan seperti kehidupan di kampung, main koleci, main gambaran, ngejar-ngejar layangan di sawah (alay banget) dan buanyak lagi.
  3. Fase remaja : ini dimana pengen terlihat gede/dewasa tapi tubuhnya masih anak-anak, ga sadar diri sih rasanya udah gede aja padahal baru aja ingusnya kering, hehe.
  4. Fase SMA : ini harus dipisahkan. Momen yang special salah satunya adalah dimana setiap pembicaraan adalah “mau kuliah dimana?” disini juga seharusnya fase berteman dengan sesama jenis maupun lawan jenis. Untuk yang terakhir disebutkan kayaknya aku kurang beruntung.😛
  5. Fase kuliah : ini nih dimana udah mulai proses pendewasaan, mikir masa depan walaupun banyakan mainnya juga, haha. Disini semua teman sebaya satu topik omongan yaitu tentang apa lagi kalau kampus dan kuliahnya. Dan momen ujungnya adalah ketika semua sibuk dengan skripsi dan wisuda. “si ini dah lulus”, “si ini belum loh ” atau “kapan lulus?” pembicaraannya semacam itu yang seringkali menohok.
  6. Fase bekerja : disini mulai agak berubah, ada yang tetap idealis, ada pula yang sudah teracuni kotoran dunia yaitu uang. Yang penting gajinya besar atau “gw suka kerjaan ini” aka passion. Momen ujungnya adalah “kapan nih dapet undangan” dan setiap weekend mulai sibuk dengan yang namanya “undangan”.
  7. Fase berkeluarga : dimana keluarga kecil sudah terbentuk, dimana omongannya mulai mengarah “kapan nih punya momongan” atau “nengokin bayi-nya si ini yuk”.

Masih ada fase-fase di depan seperti mungkin (karena belum kejadian) yaitu fase anak mulai sekolah, maka obrolannya pun “anak lu sekolah dimana?”, “sekolah ini bagus ga?berapa sih biayanya” dan lain-lain semacamnya. Bakalan seru pastinya.😀

Semoga setelah 26 tahun yang terlewati ini, ke depannya diri ini semakin bisa memberi manfaat bagi orang-orang, diberkahi kehidupannya, dicukupi kebutuhannya. Yah hidup kan mau apa lagi sih, intinya kan ibadah kepada Tuhan yang menciptakan kita salah satunya dengan banyak berbuat kebaikan. Buat yang mendoakan baik, amiin atas doanya, dan semoga doa yang baik itu untuk kalian juga.

Gala Premier Film Hello Goodbye (The Story and Review)

Untuk pertama kalinya gw menghadiri gala premier suatu film ya disini, di gala premier film Hello Goodbye bertempat di Djakarta Theatre pada 22 November 2012 kemarin. Gala premier film itu semacam pemutaran perdana suatu film. Acaranya pasti dihadiri oleh para pemeran, sutradara, produser dan pihak-pihak terkait, dan juga pasti ada press conference-nya.

Datang ke acara kaya gini pasti deh ketemu rombongan artis, kemaren pun begitu, selain yang terkait film misalnya seperti kemaren ada Nicholas Saputra, Hanung Bramantyo, Zaskia Adia Meca, Ari Sihasale, Nia Zulkarnaen,Winky, Kenes dan masih banyak lagi yang gw sendiri ga kenal tapi gw tau mereka sering muncul di layar kaca. Juga sebagai tamu kehormatan ada Bapak Agum Gumelar dan istrinya. Kesan gw ngeliat artis-artis itu adalah sebenernya mereka ga cakep-cakep amat, yang jelas bikin beda yaitu mereka bersih-bersih banget. Ya wajar sih perawatannya jutaan.😛

Nonton ini berawal dari seorang teman, Hendra, yang seorang bloger dan anggota Blogor mengajak teman-teman bloger bogor untuk datang ke acara ini. Dia sendiri dapat undangan dari temannya, Kang Arie, orang Falcon yaitu rumah produksi untuk film ini. Undangannya cuman 10, jadi gw termasuk yang beruntung bisa ikutan. Selain gw ada @missjutek, @HARISMaul, @ErfanoNalakiano, Isna dan temannya juga para blogger Depok dan Bekasi. Untuk gala premiere ini, gw bela-belainn deh bawa kendaraan sendiri dari Bogor karena memang kebagian nontonya jam 21.45, udah pasti pulang malem kan.

Ga sah rasanya udah nonton, gratis pula, tapi ga bikin review-nya, jadi ini dia review film Hello Goodbye.

Review Film Hello Goodbye

Poster Film Hello Goodbye

Film Hello Goodbye diproduksi oleh Falcon. Penulis skrip sekaligus sutradaranya adalah Titien Wattimena. Sebelumnya ia lebih dikenal sebagai penulis skrip film yang handal. Film Hello Goodbye sendiri merupakan debutnya sebagai sutradara film.

“Hidup saya dimulai ketika ibu melambaikan tangannya ketika saya pergi”

Semuanya berawal ketika Indah yang merupakan seorang staf KBRI di Busan Korea diberikan tugas untuk mengurusi seorang warga negara Indonesia yang sakit yaitu seorang ABK sebuah kapal yang terkena serangan jantung. Indah yang diperankan oleh Atiqah Hasiholan masih mempertanyakan kehidupannya yang terasa sepi disana. Namun seiring berjalannya waktu, ia yang ditugaskan untuk mendampingi Abimana (Rio Dewanto) seolah belajar tentang arti kehidupan dari diri seorang ABK bernama Abi ini.

Pembelajaran itu bukanlah berjalan mulus, tetapi diawali oleh berbagai konflik selama perawatan Abi berlangsung. Mulai dari Abi yang tidak ingin minum obat, tidak mau makan sampai dengan kerasnya bersikap ia terhadap Indah. Namun lambat laun, keduanya mulai menikmati keberadaan satu sama lain. Sampai ketika Abi sudah dinyatakan sehat dan dapat melanjutkan perawatan di Indonesia mereka dihadapkan kenyataan bahwa mereka harus berpisah dan entah kapan bisa bertemu kembali.

Semua scene ber-setting di Korea, selama film penonton disuguhkan berbagai sudut pemandangan Korea. Di film ini juga ada Eru, penyanyi asal Korea yang berperan sebagai cameo dalam film. Selain itu ia juga mengisi orignal sound track film Hello Goodbye ini.

Mungkin karena penulis skripnya adalah Titien sendiri sehingga cukup banyak quote dalam film yang menarik seperti salah satunya adalah.

“Kalau kamu mengutuk perpisahan, itu sama saja kamu mengutuk pertemuan”.

Terasa sekali bahwa skrip ini digarap dengan baik.

Pendapat gw sendiri terhadap film ini secara kesuluruhan sih kurang menarik karena kebetulan gw ga suka dengan alur yang lambat. Faktanya memang alur film ini lamat banget, konfliknya pun gw bilang sih minim. Sisi plus yang gw liat dari film ini sih lebih ke sinematografi yang bagus banget. Pujian untuk sinematografernya, angle dan komposisi gambarnya benar-benar bagus, selain memang  kota di Korea ini dasarnya memang sudah bagus, hehe.

Acting kedua tokoh utama ini gw akui bagus, mungkin ini juga karena faktor mereka berdua di dunia nyata memang punya hubungan special sehingga chemistry mereka berdua bisa dapet. Sedangkan aktor pendukung lainnya ga terlalu menonjol jadi ya biasa-biasa saja. Beberapa adegan ada yang janggal sih seperti keterkejutan Indah yang sampai menumpahkan makanannya mendengar rekan kerjanya pernah menangani warga Indonesia yang sakit lalu kemudian mati. Tapi masih okelah.

Ketika di rumah sakit, gw pikir para perawat di film ini asli Korea, tapi kabarnya kata temen yang Korean freak (@missjutek), mereka ini terlalu kaku ngomong koreanya sehingga ketahuan deh kalo mereka bukan orang korea tapi orang Indonesia yang berwajah sana. Hehe.

Film ini cocok deh yang suka drama. Cukup banyak pelaharan hidup yang diambil.  Jadi tanggal 29 November nanti ketika tayang perdana boleh deh nonton film ini. Buat yang ga suka, siap-siap aja ketiduran di bioskop ya. Haha. Dan bagi penggemar berat Rio Dewanto dan Atiqah Hasiholan akan sangat puas nonton film ini karena hampir 80% scene film ini mereka semua terutama Atiqah. Puas-puasin deh memandang wajah mereka berdua.😛

Kesimpulannya ini penilaian gw dalam skala 1-5 :

  • Cerita : 2
  • Skrip : 3.5
  • Sinematografi : 4.5
  • Acting : 4
  • Overall : 2.5

FYI, dari temen gw yg Korean freak juga, dan mungkin ini jawaban dari judul film ini. “Annyeong” dalam bahasa korea bisa digunakan ketika pertama kali bertemu atau saya “Hello” dan juga bisa juga digunakan ketika akan berpisah seperti “Goodbye”. Okey, selamat nonton ya.

Kuliner : Mie Janda

Buat para warga Bogor, kuliner ini patut dicoba, recommended pisaaan.

Kedai Mie Janda Cibinong

 

Semuanya berawal dari komunitas Blogor, salah satu pendirinya yaitu Kang Achoey punya usaha kedai mie namanya Mie Janda. Unik ya namanya, Kang Achoey ini memulai usahanya dari tahun 2008, jadi masih inget banget gimana beliau merintis dari belum terkenal sampai sekarang udah tayang 9 kali di televeisi  (TransTV, Trans7, MegaswaraTV, BeChannel, AnTv) dan banyak liputan di media cetak lokal maupun nasional.

Dari dulu pengen banget nyicipin Mie Janda yang konon kata Kang Achoey mah enak pisan. Sampai akhirnya hari ini ke Carrefour Cibinong dan melintasi kedai Mie Janda. (*akhirnya ketemu setelah bolak-balik melintasi jalan ini). Lokasinya strategis dekat pasar Cibinong, persisinya di Jl. Mayor Oking tepat di depan SMP.

Menyicipi Mie Janda ini kebetulan sama si Nyonya, beres dari Carrefour, kita cari makan disini. Penasaran juga rasanya. Nyonya pesen Mie Janda Kaya, dan gw pesen Mie Janda Super dengan minuman Es Duda dan Es Jejaka. Maap fotonya sedikit, karena emang ga bakat alay (*alasan :P). Sebenernya Mie Janda ini namanya aja unik, aslinya konsepnya sih mie ayam bakso biasa. Tapi ngomongin rasa, mie ini memang boleh diadu, enak!!

Di Mie Janda Super, semuanya keliatan. Mie ayamnya sendiri ada taburan jamur menggoda yang bikin berbeda. Kuahnya, biasanya kan plain rasa kuahnya, tapi disini bakal terasa banget bumbunya. Enaaak!

Mie Janda Super

Plus yang bikin kagum adalah inovasi telur orak-arik rebus di dalamnya. Awesome!

Kuah Mie Janda Super (Telur Orak-arik Rebus)

Esnya ga kalah menarik. Es Duda ini isinya kelapa dan nangka sedangkan Es Jejaka berisi kelapa dan Jeruk. Rasanya pas untuk menemani Mie Janda yang enak. Mungkin plusnya lagi, saus sambal yang disediakan berupa saus sambal belibis yang terkenal itu. Komplit deh rasanya. Konon sih buka cabang juga di Pakuan Bogor, tapi belum nemu lokasinya. So yang di daerah Cibinong harus coba nih sajian Mie Janda persembahan Kang Achoey.

Sedikit bocoran, konsep Mie Janda ini juga berkontribusi sosial, Seperti pekerjanya diprioritaskan anak yatim dan ada program anak asuhnya juga terutama anak yatim. Kang Achoey yang istrinya dari Jawa memang pintar memadukan dua lidah dalam satu hidangan. Selamat menyicipi.

Kalau masih penasaran kenapa Mie Janda, silahkan cari tau dimari.

 

Share Your Internet Modem Connection as Hotspot

Pernah ga sih kepikiran kalau koneksi modem kita di laptop bisa di share jadi Wifi, seolah-olah ada hotspot di tempat kita. Nah, gw disini mau sharing tentang ini karena dulu sempet kepikiran, lalu googling di internet ternyata bisa. Horee!! Ga banyak cincong, beginilah step-stepnya. Cara ini bikin kalian pada ga perlu beli device tambahan (router) untuk sharing internet modem.

  1. Buka “Command Prompt” sebagai adminstrator. Caranya, klik kanan di Accessories -> Command Prompt, lalu “run as administrator”. 
  2. Ketik “netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=Hotspot key=pass1234”. Untuk ssid dan key, isinya bisa apa aja, bebas. Ssid nantinya jadi nama hostpot kita dan key sebagai passwordnya. 
  3. Ketik “netsh wlan start hostednetwork” untuk menjalankannya.
  4. Buka “Network Connection” dari Control Panel or dari system tray yang ada di pojok kanan bawah. Cek disitu seharusnya ada “Wireless Netwok Connection 2”. Ini terbentuk dari step no 2.
  5. Klik kanan “Network Network Connection 2” -> Properties, ceklis Internet Protocol Version 4. Yang lain, uncheck aja.

  6. Klik kanan di network modem kita biasanya, karena gw pake modem smartfren bawaan ZTE jadinya itulah di klik kanan, lalu masuk ke tab “Sharing”. Check “Allow other network…” dan select “Wireless Network Connection 2”. Ok!

  7. Connect modem seperti biasanya. 
  8. Cek di gadget lain bisa Smartphone atau laptop lain. Seharusnya ada “Hotspot” disitu. Silahkan pergunakan seperti Wifi biasanya.

Gampang kan?!Lumayan kan serasa punya hotspot pribadi, bisa di rumah, kantor, atau lagi butuh sharing connection pas meeting. Kalo masih bingung bisa hubungi gw.

Sumber inspirasi dari sini.

Update :

Setelah gw posting di fb, ada komentar dari temen yang bilang ada cara yang lebih simpel untuk sharing internet ini yaitu dengan menggunakan software third-party “Connectify”. Cekidot webnya disini www.connectify.me. Harganya sih lumayan, pake setahun sekitar 300rban. Dan pake unlimited yaitu sekitar 500rb. Lumayan. The choice in your hand. Pilih gratis, fleksible, tapi repot oprek or beli softwarenya.

 

Demi Haha

Semingguan ini gw disibukan dengan urusan yang seharusnya ga perlu dilakukan yaitu ngurusin Surat Keterangan Lahir yang hilang. Perkara banget karena selembar surat ini jadi syarat pembuatan akte kelahiran anak gw si Haha. (*duh kasian kamu Nak). Entahlah bisa ilang, yang ngilangin ya neneknya. Riweuhnya jadi perkara, yah pengorbanan orang tua sih itungannya.

Waktu diambil si Surat Keterangan Lahir itu jadi satu dengan foto bayi dari RSIA Melania di dalem suatu box. Di rumah, pas ada Kakak gw, Neneknya dengan bersemangat nunjukin foto album itu. Boxnya?wassalam, sehari, dua hari, tiga hari dicari-cari ga ketemu. Pas nanyain ke RSIA-nya lagi buat bikin baru ternyata harus ada surat keterangan hilang dari kepolisian. (*dah panjang dah urusan). Tapi jadi banyak hal lucu sih jadinya.

Urusan Polisi

Kalo bisa menyekip yang ini mungkin bakal langsung gw skip, tapi sayangnya engga. Pas berangkat kantor, gw nyempet-nyempetin mampir ke kantor polisi, berharap bisa bikin surat keterangan kehilangna dengan mudah. Nyatanya  gw ditolak mentah-mentah, karena gw ga bawa dokumen apa-apa yang menunjukan bukti emang bener itu surat kelahiran anak gw. Ada yang lucu sih salah satu dialognya, kaya gini :

Gw : “Pak, mau bikin surat keterangan hilang, surat keterangan lahir anak saya dari rumah sakit ilang”

Polisi : “Ada surat keterangan lahirnya?”

Gw : “Pan itu yang ilang Pak, ini mau bikin akte kelahiran ini juga”

Polisi : “Harus ada bukti dong, takutnya kan sekarang ada penculikan bayi, bisa aja kan situ boong. Fotokopi atuh” (*nah ini bener juga)

Gw : “Pan ilang, ga sempet motokopi”

Polisi : “Wah harus ada bukti atuh, ga bisa. Rumah sakit mana sih”

(*aaargh ieu lieur polisi teh)

Gw : “Tuh depan” (Kantor Polsek Bogor Selatan sama RSIA Melania emang depan”an)

(lalu gw diem mikir bukti apaan yang bisa)

Gw : “Paling ada bukti kwitansi, buku nikah, ktp”

Polisi : “Ya udahlah kwitansi, KK (*kenapa jadi ada KK), sama surat pernyataan”

(ah titadi ke)

Dan gw pun pulang ngelengkapin bukti-bukit. Repot ya?!Iya.

Masalah lainnya juga, karena si Nyonya belum bikin KTP Bogor, karena dulu waktu mau bikin, ada surat kepindahan yang kurang dari Sorong. Maklum daerah timur, informasi jadi kurang, jadi suka sembarangan kalo bikin surat-menyurat yang resmi. Jadilah PR lagi bikin KTP dan KK yang ada nama si Nyonya.

Urusan Kelurahan

Untungnya surat pengantar dari RT masih ada, jadi gw dan Nyonya bisa langsung ke kelurahan. Perkara lagi, ternyata surat kepindahan si Nyonya dibikin di bulan Maret dan masa berlakunya cuman sebulan. (*Gleg). Dengan membaca bismillah dan pembukaan UUD 45 (yg terakhir boong), berangkatlah dengan harapan tetep berlaku dengan pemakluman lokasi yang jauh.

Di kantor kelurahan disambut (seperti biasa) dengan para perangkata kelurahan yang leyeh-leyeh di luar, sambil ngerokok dan bergosip, padahal udah jam 8 lewat. Pelayanan kan bukanya jam 07.30.

Tik tak tik tak. Kelurahan yang mana pemerintaha Kota ternyata ga maju-maju, masih aja pake mesin ketik. Jadilah urusan pindah KTP ini baru selesai sejam kemudian. Apa kabar kalo selain Nyonya ada warga lainnya?!benar-benar jaman purba ya. Lucunya lagi pas selesai dan pamitan terjadilah (*pasti dah bisa nebak)

Gw : “Pak, makasih ya”

Petugas Keluarahan : “Iya, itu tinggal ke kecamatan terus ke catatan sipil ya, Dek. Administrasinya mana?”

Gw : “^#$(#&$(“

As always, selalu saja ada uang administrasi. Mereka digaji buat apa dong?jaga kantor kelurahan sambil ngerokok?Payah deh. Endonesia.

Lewat urusan dari kecamatan yang ternyata cuman dicap doang. (*yak, ngantri lama-lama cuman buat dicap). Terus kami dirujuk ke catatan sipil. Dan ternyatanya, catatan sipil yang kantornya seuprit dan harus melayani sekian juta warga kota Bogor penuh sesak sama warga yang sedang mengurus permasalahan masing-masing. Dan demi si Haha yang terpaksa ikut panas-panasan, lalu gw dan Nyonya balik kanan, pulang. Besok pagi aja jam 7 nongkrong di catatan sipil.

Besoknya jam 7 dan nongkrong. Dan tebak sodara-sodara, udah penuh aja itu kantor. Haih, untungnya Nenenknya Haha punya temen yang kerja di catatan sipil. Akhirnya urusan si Nyonya diselesaikan di dalam kantor si Ibu. Makasih yah Ibu, demi gentong Haha yang harus segera pulang.

Hari itu pun terbit KTP Bogor si Nyonya dan KK yang udah ada nama Nyonya dan Haha. Loh kok bisa?dari petugas kelurahan ternyata si Haha dimasukin ga perlu pake surat Keterangan Lahir. (*aneh banget ga sih?!). Jadi lucu, seakan-akan dari kelurahan sudah diakui bahwa anak gw ada, tapi akte ga bisa dikeluarkan karena harus ada surat keterangan lahir. Lucu kan setengah di akui (*wong ada di KK) dan setengahnya ga diakui. Birokrasi Endonesia yah, payah bet.

Setalah itu sih urusan di Kepolisan lancar jaya. Gw dateng dengan berbagai bukti lengkap mulai dari surat pernyataan, KK, KTP, buku nikah, kwitansi asli, surat pengantar dari kelurahan semua di fotokopi rapi. Polisi dan ga banyak cincong, surat keterangan hilang pun terbit dengan 3 kali print. Yang dua kali salah nulis nama gw dan Nyonya (*tetep ya).

Sekarang urusannya tinggal ke RSIA Melania, sudah diterima tapi kepastiannya nunggu petugasnya besok. Mudah-mudahan bisa keluar lagi surat keterangan lahir. Urusan akte kelahiran nanti bakal diurusin temen Nenenknya Haha karena kebetulan dia yang urus soal akte kelahiran di Kota Bogor.

Youtube

Saking lucunya si Haha, gw pun jadi kepikiran untuk mem-video-kan kelakuannya dan sekalian meng-upload-nya ke Youtube. Thank to techlogy, lewat hape Android, ternyata perkara merekam video dan terus meng-uploadnya jadi amat mudah. Nih dia si Haha dalam Youtube, semoga bisa sering-sering upload kelakuannya😀